Ubuntu Klik!


Live your computing life. With Ubuntu.   
Ponsel Resmi Ubuntu Pertama: BQ Aquaris E4.5 Ubuntu Edition
diposkan oleh Inoe pada 08 Februari 2015, 20:26 WIB
Ubuntu Touch, versi Ubuntu untuk perangkat layar sentuh, diumumkan pada Januari 2013. Developer Preview-nya kemudian dirilis pada 21 Februari 2013 dan dapat diinstal pada beberapa perangkat Nexus. Perangkat yang saat ini didukung adalah Nexus 4, Nexus 7 2013 (WiFi only), dan Nexus 10. Sejak saat itu, pengembangan terus dilakukan pada Ubuntu Touch. Canonical bekerja sama dengan Meizu, pabrikan ponsel dari China, dan BQ, pabrikan asal Spanyol, sebagai partner awal perilisan ponsel Ubuntu. Versi Release to Manufacturing (RTM) dari Ubuntu Touch dirilis pada 16 September 2014. Dan kini, hardware yang dinanti-nanti telah muncul.
Rilis Ubuntu 13.10 untuk Desktop, Server, Cloud, dan Smartphone!
diposkan oleh Inoe pada 23 Oktober 2013, 23:24 WIB
17 Oktober ini menandai rilis versi terbaru Ubuntu, 13.10, dengan codename Saucy Salamander. Tidak hanya desktop, server, dan cloud, rilis Kali ini bersamaan juga dengan hadirnya versi 1.0 untuk Ubuntu Touch, versi perangkat mobile (tablet & smartphone) dari Ubuntu.

Desktop


Ubuntu 13.10 menghadirkan performa yang lebih baik dari sebelumnya. Unity interface dan sistem secara keseluruhan bekarja semakin responsif. Busy cursor yang sempat hilang selama beberapa rilis telah kembali, sehingga pengguna mendapatkan feedback ketika membuka aplikasi atau file.
Entri ini tidak memiliki tag.
Membuat Gwibber Bekerja Kembali dengan API Baru Twitter (v1.1)
diposkan oleh Inoe pada 05 Juli 2013, 08:22 WIB
Beberapa waktu yang lalu, saya mendapati Gwibber tiba-tiba tidak bekerja. Tidak bisa meng-update timeline, apalagi mengeposkan twit. Ternyata, mulai 12 Juni 2013, Twitter menonaktifkan API v1 dan menggantinya dengan API v1.1. API merupakan kependekan dari Application Programming Interface, mengatur bagaimana beberapa komponen perangkat lunak saling berinteraksi. Hasilnya, Twitter client yang belum mengimplementasikan API baru tersebut, seperti Gwibber, Choqok, dan Turpial, menjadi tidak bekerja. Pengguna lama akan mendapatinya tidak berfungsi, sedangkan pengguna baru akan mendapat pesan "Authentication Error" ketika berusaha menghubungkan aplikasi dengan Twitter.
Perkembangan Dunia Ubuntu Selama Ubuntu Klik! Hiatus
diposkan oleh Inoe pada 30 Maret 2013, 15:50 WIB
Whew. Benar-benar udah lama banget :D
Karena beberapa hal, di antaranya adalah diblokirnya domain lama Ubuntu Klik! (.co.cc) dari sistem pencarian Google, disusul dengan matinya layanan tersebut, Ubuntu Klik! hiatus lama banget. Padahal, dalam jangka waktu itu, banyak banget hal-hal keren yang terjadi. Untuk itu, dalam rangka munculnya kembali Ubuntu Klik! ke peredaran dengan penggunaan domain baru yaitu .com, mari kita rekap hal-hal tersebut :)
Ubuntu 12.04 LTS Telah Dirilis!
diposkan oleh Inoe pada 27 April 2012, 17:38 WIB
Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin telah resmi dirilis. Versi ini menawarkan Unity interface yang baru dan lebih cepat. Selain itu, perubahan dari versi sebelumnya antara lain:
  • Rhythmbox kembali menjadi pemutar musik default menggantikan Banshee, dan mendapatkan plugin Ubuntu One Music Store secara default
  • Head-Up Display (HUD). HUD adalah cara baru berinteraksi dengan menu aplikasi. Tekan Alt pada keyboard, lalu masukkan keyword dari menu apa yang kita gunakan, dan kita tinggal memilih dari hasil yang ditawarkan. HUD memungkinkan kita mengakses konten Menu Bar dengan lebih cepat tanpa harus menelusurinya satu per satu.
  • Disertakannya Video Lens secara default. Dengan Video Lens, kita bisa dengan mudah mengakses video yang tersimpan di komputer kita maupun yang tersedia di internet seperti di YouTube atau Bing.
  • Penggunaan PAE kernel secara default untuk versi 32-bit. PAE kernel adalah kernel yang memungkinkan sistem 32-bit untuk menggunakan RAM di atas 3GB. Yang ingin menggunakan kernel non-PAE dapat menginstalnya dari repository.
  • Dihilangkannya menu Dodge Windows dari behavior Unity Launcher. Secara default, launcher akan terus nampak. Namun, kita dapat memilih Autohide dari tab Behavior di Appearance pada System Settings.
  • Startup Sound di-disable secara default.Dengan semakin cepatnya booting dan startup Ubuntu, startup sound dianggap kurang relevan.
Untuk informasi rilis selengkapnya, dapat dibaca di release notes.
Entri ini tidak memiliki tag.
uGet Download Manager (Updated)
diposkan oleh Inoe pada 28 Januari 2012, 14:26 WIB
Sebelum Ubuntu 11.10 Oneoiric Ocelot, saya menggunakan gwget sebagai download manager. gwget merupakan download manager yang simpel tapi powerful. Namun, karena development-nya dihentikan, gwget tidak dimasukkan dalam repository Oneiric. Kemudian, saya mencoba beberapa download manager, dan yang saya dapati cukup mampu menggantikan gwget adalah uGet.

uGet belum mendukung batasan file untuk sekali download. Namun, dengan menggunakan ekstensi Flashgot pada Firefox, uGet terintegrasi dengan lebih baik daripada gwget. uGet juga memiliki pilihan untuk men-shutdown komputer ketika download sudah selesai.
Mednafen (Plus Mednafenfe), Emulator Berbagai Konsol Game!
diposkan oleh Inoe pada 21 Januari 2012, 21:18 WIB
Untuk memainkan game GameBoy, di repository Ubuntu terdapat VisualBoy Advance, tetapi performanya jauh dari harapan. Untungnya, ada Mednafen. Hebatnya, tidak cuma GameBoy, Mednafen juga mampu memainkan game-game lain.

Sistem yang didukung Mednafen adalah:
- Atari Lynx
- GameBoy
- GameBoy Color
- GameBoy Advance
- NES
- PC Engine (TurboGrafx 16)
- PC-FX
- SuperGrafx
- NeoGeo Pocket, NeoGeo Pocket Color
- WonderSwan
Audacious, Lightweight Music Player dengan Dua Interface
diposkan oleh Inoe pada 21 Januari 2012, 15:48 WIB
Banyak sekali pemutar musik yang tersedia untuk Ubuntu. Namun, di samping fiturnya yang mumpuni, Banshee, pemutar musik default bawaan Ubuntu untuk versi 11.04 dan 11.10, terlalu memakan resource komputer. Sebagaimana yang saya tulis di entri sebelumnya, saya lebih memilih untuk menggunakan Rhythmbox sebagai default music player. Untuk versi 12.04 Precise Pangolin mendatang, Ubuntu akan kembali menggunakan Rhythmbox sebagai default. Namun, jika ingin yang lebih ringan lagi, banyak pilihan lain tersedia. Dalam tulisan kali ini, yang akan kita bahas adalah Audacious.
Mengenal Unity, Interface Ubuntu 11.10
diposkan oleh Inoe pada 14 Desember 2011, 20:58 WIB
Ubuntu menggunakan Unity sebagai default desktop environment. Di sini, kita tidak akan membahas detail teknis mengenai Unity, tetapi bagaimana kita berinteraksi dengan Ubuntu. Ubuntu membawakan Unity (dengan 3D Acceleration untuk hardware yang mampu menggunakannya) dan Unity 2D (sebagai versi yang dapat berjalan tanpa 3D Acceleration). Karena keduanya tidak begitu berbeda, di sini kita tidak akan membahasnya secara terpisah. Unity interface terdiri dari beberapa komponen:
  • Desktop
    Desktop adalah area kerja kita.
  • Menu Bar
    Menu Bar adalah bar yang terletak di bagian atas desktop. Di bagian kiri Menu Bar terdapat nama jendela yang terfokus (atau Desktop jika tidak ada jendela yang terbuka). Jika kita meletakkan cursor di sana, kita dapat mengakses Application Menu milik jendela tersebut. Di bagian kanan, terdapat status indicators, di mana kita bisa mengkases berbagai keperluan tanpa meninggalkan jendela di mana kita bekerja sekarang.
  • Launcher
    Launcher digunakan untuk membuka aplikasi, ataupun bernavigasi di antara aplikasi-aplikasi yang terbuka. Kita bisa memasang aplikasi favorit atau yang sering kita gunakan di Launcher untuk akses lebih cepat. Di bagian atas launcher, terdapat Ubuntu Button. Dari sana, kita bisa meng-akses Dash.
  • Dash
    Dash adalah di mana kita bisa melihat dan mengakses berbagai hal yang ada pada komputer kita maupun dari sumber lain di internet. Dari dash, kita bisa mencari aplikasi, file dan folder, dan musik. Kita bahkan bisa mencari aplikasi yang belum terinstal, ataupun musik yang belum kita miliki untuk dibeli.
  • <\/ul>
Tags: unity
Mempercepat Startup Firefox dengan Men-disable Add-ons yang Tidak Perlu
diposkan oleh Inoe pada 10 Oktober 2011, 09:07 WIB
Saya merasa startup Firefox di instalasi Ubuntu 11.04 di laptop saya terlalu lambat, kalau parah, bisa memakan waktu hingga 10 detik atau lebih. Ternyata solusinya mudah. Disable atau hilangkan add-ons. Add-ons yang kita instal memiliki pengaruh pada waktu yang diperlukan untuk startup Firefox. Bahkan, Mozilla sendiri sampai membuat ranking Add-ons yang memiliki dampak signifikan terhadap startup Firefox.
Tags: firefox
Mengembalikan Rhythmbox sebagai Default Music Player di Ubuntu 11.04
diposkan oleh Inoe pada 29 Juni 2011, 11:11 WIB
Ubuntu 11.04 beralih dari Rhythmbox dan menawarkan Banshee sebagai default music player. Namun, banyak yang lebih memilih Rhythmbox yang lebih cepat, stabil, mudah digunakan, dan sederhana.

Lantas, bagaimana kita kembali menjadikan Rhythmbox sebagai default music player sabagaimana rilis-rilis Ubuntu sebelumnya? Tentu saja, pertama kali, kita instal Rhythmbox dari Ubuntu Software Center.
Tags: rhythmbox
Menyesuaikan Tampilan LibreOffice dan OpenOffice.org dengan Tema Gelap
diposkan oleh Inoe pada 20 Mei 2011, 11:15 WIB
Tema gelap terkadang terlihat lebih keren dan elegan. Namun, bisa jadi kita malas menggunakannya ketika menyadari office suite kita tidak begitu bersahabat dengan tampilan tema tersebut. Secara default, LibreOffice dan OpenOffice.org akan mengikuti pola warna dari tema yang kita pakai, dan terkadang tema gelap membuat area ketikan kita menjadi aneh. Apakah hal ini tidak bisa dibenahi? Jangan salah, itu hanya masalah default settings saja :) Mari kita lihat bagaimana kita bisa tetap nyaman bekerja dengan tema gelap.
Menginstall Firefox 4 di Ubuntu 10.04 LTS dan 10.10
diposkan oleh Inoe pada 23 Maret 2011, 19:17 WIB
Firefox 4 telah dirilis beberapa waktu yang lalu.Sayangnya, pengguna Ubuntu 10.04 LTS Lucid Lynx dan 10.10 Maverick Meerkat tidak akan mendapatkan update ini secara resmi di repository. Tapi, jangan khawatir, Firefox 4 dapat diinstal melalui PPA.

Buka System > Administration > Software Sources (atau melalui Synaptic Package Manager dari menu Settings > Repositories), klik [...]
Tags: firefox
Membersihkan Aplikasi yang Diinstal dari PPA dan Mengembalikannya ke Versi Repository Resmi
diposkan oleh Inoe pada 19 Maret 2011, 17:54 WIB
Beberapa waktu yang lalu, secara tidak sengaja saya menginstal Nautilus Elementary. Waktu itu, saya melakukan update dari Update Manager. Hingga mematikan laptop, saya belum menyadari adanya perubahan.Beberapa waktu kemudian, saya menyalakan lagi laptop saya, membuka File Manager, dan kaget melihat Nautilus berubah menjadi Nautilus Elementary, sementara saya tidak merasa menginstalnya. Lalu saya teringat bahwa dalam list update-an tadi memang terdapat package nautilus, dan beberapa waktu lalu saya menggunakan Personal Package Archives (PPA) Elementary yaitu ppa:elementaryart/elementarydesktop untuk mengupdate Murrine Engine.
Mengganti OpenOffice.org dengan LibreOffice
diposkan oleh Inoe pada 24 Februari 2011, 16:14 WIB
LibreOffice, Office Suite baru dari The Document Foundation, yang dibangun berdasarkan OpenOffice.org setelah Oracle mengakuisisi Sun Microsystems Inc., telah merilis versi stable-nya. LibreOffice juga akan dibawakan sebagai Office Suite default Ubuntu 11.04 Natty Narwhal yang akan dirilis April mendatang. Saat ini, secara umum, LibreOffice belum begitu berbeda dari OpenOffice.org walaupun ada penambahan fitur seperti:
- dialogue box baru untuk membuat dan mengatur title pages;
- SVG dan PDF import ke Writer;
- import untuk MS Works documents; dan
- "Experimental" mode, untuk mengetes fitur yang belum disempurnakan.
© 2010-2016 Asmoro Budi Nugroho.
Ubuntu Klik! adalah blog tentang Ubuntu Operating System, yang terutama difokuskan pada Graphical User Interface (GUI) experience.
Ubuntu and Ubuntu logo are trademarks of Canonical, Ltd.